Startup Jepang Bikin Wisata Luar Angkasa, Bisa Lihat Bumi dari Ketinggian 25 Km

Sci & Tech 02 Maret 2023 • 15:00

Editor: Kuy

cover
Asahi Shimbun/Daily Mail

Sebuah startup Jepang bernama Iwaya Giken meluncurkan balon udara komersial yang bisa membawa pengalaman astronomis bagi para turis.

Beda dengan balon udara SpaceX yang harganya bisa 55 juta dolar AS, penumpang tidak perlu jadi miliarder, harus latihan fisik intensif, atau memiliki keterampilan bahasa untuk ‘terbang’. Perusahaan akan menawarkan harga murah untuk pengalaman terbang ke luar angkasa. 

“Aman, ekonomis untuk orang-orang. Idenya adalah membuat wisata luar angkasa untuk semua orang," kata perusahaan dilansir New York Post. 

The Yomiuri Shimbun

Turis nanti akan naik balon kedap udara berisi dua kursi dan diajak naik ke udara setinggi 25 kilometer. Meskipun tidak benar-benar ke ruang angkasa dan hanya di lapisan stratosfer, kita bisa melihat jelas lekukan dan bentuk bumi di ketinggian 25 kilometer. Di ketinggian ini, posisi kita juga akan lebih tinggi daripada pesawat jet sekalipun. 

Proyek wisata yang kerja sama dengan agent travel JBT Corp ini dilakukan sejak 2012. Awalnya, penerbangan akan menelan biaya sekitar 24 juta yen 180.000 dolar AS atau setara Rp2,7 miliar. Tetapi perusahaan bakal menurunkan biayanya hanya sekitar puluhan ribu dolar atau ratusan juta rupiah aja.

 

Cara Kerja Balon Udara

Tapi tidak seperti roket atau balon udara pada umumnya, balon udara Iwaya Giken akan menggunakan helium. Kabinnya terbuat dari plastik berbentuk drum berdiameter 1,5 meter (4,9 kaki) dan memiliki beberapa jendela besar agar penumpang bisa melihat pemandangan di luar. 


Foto/Asahi Shimbun/Daily Mail

Balon ini akan diterbangkan oleh pilot dan penumpang. Balon udara lepas landas dari pelabuhan balon di Hokkaido, naik selama dua jam hingga setinggi 25 kilometer (15 mil) dan bertahan di sana selama satu jam. Satu jam sisanya akan dipakai untuk turun ke daratan.

Lima penumpang terpilih pertama akan diumumkan pada bulan Oktober, dan penerbangan akan berjarak kira-kira seminggu, tergantung cuaca.

Penerbangan akan tetap aman di atas wilayah atau wilayah udara Jepang. Perjalanan pertama direncanakan paling cepat akhir tahun ini.

Why don't you check this?