Lagi-lagi, Depok Jadi Kota Paling Intoleran Selama 3 Tahun Berturut-turut

Kalcer 31 Januari 2024 • 13:31

Editor: Inggita Widia

cover
Depok.go.id

Cie, lagi-lagi Depok. Kota tetangga sebelah ini masuk jajaran kota paling intoleran lagi nih ges, selama 3 tahun berturut-turut, menurut SETARA Institute. Jadi, SETARA ini udah keluarin Indeks Kota Toleransi (IKT) sejak 2020, dan Depok selalu nangkring di posisi bawah.

SETARA Institute meneliti 94 kota di Indonesia, dan Depok menduduki peringkat terendah dalam Indeks Kota Toleransi (IKT) pada tahun 2020, 2021, dan 2022.

Emang unik sekali kota ini, permisa.

Baca juga: 5 Stereotipe Orang Depok yang Kadang Banyak Benarnya Juga

 

IKT tahun 2020, 2021, dan 2022

Source: X

Kalo lo gak percaya, ayo kita beda IKT dari 3 tahun lalu. Jadi, di tahun 2020, Depok nangkring di posisi 86 dari 94 kota. Skornya? 2,00 doang! Kira-kira karena ada lima peristiwa intoleransi, kayak pengajuan Raperda Kota Religius, diskriminasi terhadap siswi berjilbab, sampe larangan perayaan Valentine's Day. Bikin skor Depok makin rendah.

Halilulilu Hasan, si Direktur Riset SETARA Institute, bahkan ngomong kalo intoleransi di Depok bisa makin parah. Makanya, dia nyinyir soal politik favoritisme dari kelompok konservatif. Serem, ya?

Nah, di tahun 2021, Depok tetep gak move on. Doi nangkring di posisi 94 dari 94 kota. Artinya, Depok jadi kota paling intoleran di tahun 2021, dan ada Banda Aceh di atasnya. 

Kata SETARA, kota ini masih kek banget dalam siklus intoleransi antara mayoritas-minoritas. Trus, SETARA nyinggung soal keberpihakan ke agama tertentu tanpa jelasin kebijakan buat agama lain. Hmmm, misterius.

Next, di IKT tahun 2022, Cilegon sempet ngegeser Depok. Cilegon bisa dapet peringkat 94, dan Depok di atasnya nomor 93. Ismail Hasani, si Ketua SETARA Institute, cerita kalo Cilegon disanksi karena tindakan pemerintahnya yang anti-tempat ibadah.

Haruskah warga Depok berterima kasih dengan warga Cilegon? Hmm.

Baca juga: Outfit 101 Anak Depok

 

Apa sih yang bikin sebuah kota jadi toleran?

Menurut SETARA, kuncinya ada di pemimpin kota. Kalau wali kotanya oke, toleransi bakal meningkat. Mereka juga ngecek kebijakan pemerintah kota, tindakan aparatur pemerintah, perilaku antar-identitas warga, dan relasi sosial dalam kota. Semua ini, guys, bisa ngaruh banget ke kondisi sosial di suatu kota.

Baca juga: Places to Go in Depok: 7 Tempat Nongkrong Asik Buat Main Bumble

 

Nikmati "satu aplikasi, beragam hiburan terkini" mulai dari berita, kuis, video, dan artikel rekomendasi terkini eksklusif untuk Gen Z dan Milenial. Tunggu apa lagi? Unduh aplikasi KUY! sekarang di Google Play Store dan App Store.

Why don't you check this?