Pertama di Dunia, Covid-19 Bikin Pita Suara Remaja AS Lumpuh

Lifestyle 22 Desember 2023 • 14:49

Editor: Lulu Azizah

cover
Science Photo Library

Jika infeksi Covid-19 biasanya disertai gejala batuk dan demam, tapi kejadiaan naas menimpa seorang remaja di Amerika Serikat guys. Pita suara remaja berusia 15 tahun di Massachusetts, AS mendadak lumpuh setelah terinfeksi Covid-19. 

OMG….

Kasus langka dan pertama di dunia ini dipublikasikan oleh Jurnal Medis Pediatrics. Remaja yang enggak disebutkan namanya ini awalnya pergi ke ruang gawat darurat (UGD) di Rumah Sakit Umum Massachusetts karena mengeluh mengalami gangguan pernapasan setelah sembilan hari didiagnosis terinfeksi Covid-19. 

Pihak rumah sakit akhirnya melakukan pemeriksaan dengan endoskopi terhadap remaja tersebut. Hasilnya mengagetkan banget guys, dokter menemukan adanya kelumpuhan pita bilateral, yaitu imobilitas kedua pita suara yang terdapat pada laring atau kotak suara. 

Reuters

Kok bisa gitu??

Menurut keterangan para dokter, kelumpuhan pita suara ini kemungkinan terjadi karena efek hilir dari virus Covid-19. Sebab, saat dilakukan pemeriksaan yang ekstensif enggak ditemukan penyebab yang lain. 

Dalam Jurnal Medis Pediatrics juga disebutkan kalo kelumpuhan pita suara yang dialami oleh remaja AS tersebut mungkin disebabkan karena komplikasi virus yang berhubungan dengan sistem saraf (neuropatik), selain komplikasi neurologis yang umum terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. 

"Mengingat betapa umum virus ini terjadi pada anak-anak, potensi komplikasi yang baru diketahui ini harus dipertimbangkan pada setiap anak yang mengalami keluhan pernapasan, berbicara, atau menelan setelah diagnosis COVID-19 baru-baru ini," kata Danielle Reny Larrow M D, residen di Departemen THT-Bedah Kepala dan Leher di Mass Eye and Ear, dikutip dari DetikHealth. 

"Hal ini sangat penting karena keluhan tersebut dapat dengan mudah dikaitkan dengan diagnosis yang lebih umum seperti asma," tambahnya.


Dilakukan serangkaian tes kesehatan

iStockphoto

Selama dalam perawatan, remaja berusia 15 tahun itu menjalani serangkaian tes diagnostik terperinci dari dokter, mulai dari pemeriksaan pemeriksaan darah, pencitraan, analisis cairan serebrospinal dan konsultasi dengan ahli THT, neurologi, psikiatri, patologi bahasa bicara, serta bedah saraf. 

Remaja tersebut juga sempat menjalani terapi wicara, tapi sayang terapi tersebut enggak bisa meringankan gejalanya. 

Dokter akhirnya melakukan tindakan trakeostomi, yakni membuat sebuah lubang melalui pembedahan pada tenggorokan untuk meringankan gangguan pernafasan yang dialami pasien. 

Selama lebih dari 13 bulan, remaja AS tersebut bergantung pada trakeostomi setelah menjalani pengobatan awal. Hingga pada akhirnya trakeostomi bisa dilepaskan setelah 15 bulan pemasangan dan bertepatan saat pasien lulus SMA. 

Fyi aja, Neuropati pasca-virus diketahui sebagai penyebab kelumpuhan pita suara. Menurut laporan, kelumpuhan ini sebenarnya pernah ditemukan pada salah satu atau kedua pita suara orang dewasa sebagai komplikasi infeksi Covid-19. 

Tapi, komplikasi ini jarang banget terjadi pada individu yang muda dan sehat. 

"Fakta bahwa anak-anak sebenarnya dapat mengalami efek neurotropik jangka panjang akibat COVID-19 adalah sesuatu yang penting untuk diwaspadai oleh komunitas anak-anak yang lebih luas agar dapat merawat anak-anak kita dengan baik," kata Christopher Hartnick, M D, direktur Divisi Otolaringologi Anak dan Pusat Saluran Napas, Suara, dan Menelan Anak di Mata dan Telinga Massal.


Source: DetikHealth

 

Nikmati "satu aplikasi, beragam hiburan terkini" mulai dari berita, kuis, video, dan artikel rekomendasi terkini eksklusif untuk Gen Z dan Milenial. Tunggu apa lagi? Unduh aplikasi KUY! sekarang di Google Play Store dan App Store.
 

Why don't you check this?