Ratusan Ribu Penumpang KRL Terancam karena Gak Dapat Izin Impor Kereta dari Jepang?

Lifestyle 01 Maret 2023 • 12:56

Editor: Kuy

cover
KAI Comuterline

Tahun ini, 10 rangkaian KRL harus dipensiunkan. Bakal ada lagi 19 KRL lain yang juga harus pensiun tahun 2024. Oleh karena itu, PT Kereta Commuterline Indonesia membutuhkan 10 rangkaian KRL pengganti karena kebutuhan mendesak. PT KCI ingin impor membeli kereta bekas Jepang. 

Dilansir Kompas.com, KCI sudah mengajukan izin permohonan impor KRL ke tiga kementerian yaitu, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perdagangan melalui Dirjen Perdagangan Luar Negeri (Daglu). Tapi rencana itu belum dapat izin kementerian terkait karena pemerintah masih fokus memproduksi rangkaian kereta dalam negeri.

Baca juga: Dirut KCI Heran Dikomplain Melulu soal Stasiun Manggarai: Padahal Kita Udah Kerja Keras…

Terus?

Selain berencana impor kereta bekas Jepang, KCI memang berencana untuk bekerja sama dengan perusahaan dalam negeri, PT INKA, dalam pengadaan 16 rangkaian kereta untuk tahun 2025-2026. 

Tapi dikutip dari Detik, PT INKA baru bisa menyediakan gerbong KRL pesanan PT KCI pada tahun 2025 mendatang. Padahal, kebutuhan KRL mendesak untuk tahun ini, mengingat volume penumpang semakin tinggi setiap harinya. 

Nasib Penumpang Terancam Dong?

Dilansir Liputan6.com, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir ikut buka suara soal polemik KRL impor ini. Menurutnya, impor tersebut adalah langkah yang tepat, mengingat produksi kereta dalam negeri masih terbatas. Kalau terjadi lonjakan penumpang dan mendesak, perlu dicarikan alternatif terbaik, termasuk kerja sama dengan negara lain.

"Kalau ternyata kapasitas kita itu tidak siap, kan tidak ada salahnya kita bekerj asama dengan negara lain untuk mencari solusi supaya ini bisa cepat tersedia. Kenapa? Karena yang terpenting itu kan ongkos logistik jadi lebih murah," ujar Erick saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2023). 

Baca juga: Apakah Stasiun Manggarai Bakal Selamanya Jadi Lautan Manusia???

Plan B Kalo Tetep Gak Dapet Izin Impor

Karena KCI butuh impor KRL dalam waktu cepat sementara PT INKA belum siap, pihaknya akan menyiapkan rekayasa operasional dulu. KCI juga bakal melakukan pemeliharaan (maintenance) KRL.

"Iya pasti rekayasa operasional akan dilakukan, rekayasa operasional pasti. Kita lakukan bagaimana pun kita layani masyarakat, kemudian upaya-upaya seperti maintenance tadi update teknologi kami buka kesempatan," ucap KAI kepada Kompas.com

Alasan Pemerintah

Dilansir Liputan6.com, Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Dody Widodo menegaskan Indonesia tidak perlu melakukan impor KRL karena industri kereta api nasional bisa produksi dalam negeri. 

“PT Industri Kereta Api (INKA) bisa membuat itu semua, kenapa kita harus impor gerbang kereta api bekas dari Jepang. Katanya bangga beli buatan Indonesia. Bangladesh saja membeli produk kereta kita sampai Rp1,3 triliun,” kata Dody kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

Maka dari itu, Dody mendorong adanya perencanaan untuk periode penggantian atau peremajaan setiap gerbong kereta yang beroperasi di Indonesia.

“Kalau mendadak memang pasti sukar, seharusnya kan sudah direncanakan jauh-jauh hari dan memberi kesempatan kepada industri dalam negeri untuk berproduksi,” ujar Dody.

 

Why don't you check this?